Kamis, 14 Juni 2012

[M_S] nahwu dan shorof dari kata terkait Hilal

 

Pak Pranoto...Hilal, Ahillah, Al-Ahillah...itu isim atau fi'il?
kalau isim , yg model/jenis bgm?
kalau fi'il...yg jenis/model bgm?
atau bukan kedua-duannya?

"tahalluli" dan "taghoyyuri" itu isim atau fi'il?
kalau isim , yg model/jenis bgm?
kalau fi'il...yg jenis/model bgm?
atau bukan kedua-duannya?

saya lebih tertarik ke penjelasan nahwu shorofnya, ketimbang sibuk beradu tafsir vs terjemahan.

mungkin yg mahir Bhs Arab bisa membantu juga menjawab pertanyaan tsb.
karena saya ingin belajar dgn cth kasus tsb.
terutama Master dan Foundernya Metode Hikari, Pak Agus Purwanto.
juga Mas Ustadz Wahyudi, Pak Ki Ageng, Pak Syamsul Hidayat.

mohon pencerahannya.
mohon maaf bila kurang berkenan.
Wassalam,



Nugon


--- In Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com, pranoto hidaya rusmin <pranotohr@...> wrote:
>
> Pak Yusron, kalau soal rujukan memang kitab tsb sangat kuat.
>
> Tapi...tidak sekuat ayat2 AQ sbg hujjah. AQ memiliki otoritas tersendiri dlm melakukan validasi atas kebenarannya.
>
> Sebenarnya dlm soal makna, kita dpt cek sama2 ke arab sana, menanyakan langsung pd orang2 aran yg masih menggunakan dialek quraish & badui. ini yg dilakukan oleh Ahmeed Shabir. ternyata beliau sendiri menyatakan dlm tafsirnya ahillah sbg stages of the moon, mawaqit sbg calendar.
>
> sy jg pernah menceritakan teman yg menanyakan makan kata ahillah pd ulama di madinah, ketika ada ngaji tafsir di sana. dijelaskan sbg "tahalluli taghoyyuri" bukan sbg kumpulan hilal awal bulan.
>
> Cobalah perhatikan miqat haji.
> misal Pak Yusron dlm setahun melakukan umroh & haji. selalu setiap ihrom di tempat yg sama. dari umroh pertama, kedua,...haji, selalu di tempat yg sama melakukan ihromnya.
>
> sy tanyakan pd guru sy...apakah tempat ihrom itu dpt disebut sbg mawaqit krn digunakan berkali2 untuk ihrom?
> dijwbnya, ya tidak, krn itu tetaplah satu tempat. mawaqit dlm haji berarti banyak tempat untuk ihrom. kalau hanya satu tempat, walau digunakan ribuan kali, tetaplah miqat.
>
> Lalu.....kalau ahillah dipahami sbg hilal-hilal awal bulan, apakah cocok disebut sbg mawaqit?   tentu tidak juga, krn kumpulan hilal awal bulan itu pada dasarnya hanya satu bentuk saja. kalau satu bentuk muka bulan mau dikumpulkan seribu kalai, tetaplah itu satu tanda saja, belum dpt disebut sbg mawaqit.
>
> kalau ahillah adl wajah2 bulan, memang terdapat banyak tanda di dlmnya, yg menjadi tanda2 penanggalan, seperti telah dijelaskan Pak Kus, itulah ahillah sbg mawaqit.
>
> Kita sampai pd titik ini sdh dpt menyimpulkan, mana yg benar dari pemahaman tsb.
>
>
>
>
>
>
>
> ________________________________
> From: M Yusron myusronas@...
> To: "Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com" Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com
> Sent: Friday, 15 June 2012, 5:22
> Subject: Re: [M_S] Mutlaknya Kalender
>
>
>  
> Meneruskan setelah Shubuh.
>
> HILAL
> LISANUL ARAB
> والهِلالُ
> غرة القمر حين يُهِلُÙ`Ù‡ الناسُ في غرة الشهر وقيل يسمى هِلالاً لليلتين من الشهر ثم
> لا يسمَÙ`Ù‰ به إِلى Ø£ÙŽÙ† يعود في الشهر الثاني وقيل يسمى به ثلاث ليال ثم يسمى قمراً
> [لسان العرب 11/ 701]
> HILAL
> Adalah ghurratul qamar
> (غرة القمر) ghurratul qamar: qamar hari pertama
> Maksudnya:
> Hari pertama pada pergantian bulan ketika Orang-orang bersorak pada hari
> pertama awal bulan Qamariyah.
> Hilal
> adalah dua malam pertama awal bulan, kemudian tidak lagi disebut hilal sampai
> kembali lagi ke bulan berikutnya. Ada juga yang berpendapat  tiga malam pertama dan setelah itu disebut
> qamar.
> Itulah
> pendapat utama dan paling kuat dari kamus paling dianggap sebagai rujukan utama
> para ahli bahasa, yaitu Lisanul ‘Arab.
> Mengapa
> masih berpikir sumber lain, atau punya pendapat sendiri berdasar dari rujukan
> yang kurang layak dipercaya?
> Bahasa
> Arab memakai dua kata ketika berbicara mengenai bulan, yaitu Hilal dan Qamar.
> Kalau semua fase, disebut Hilal,
> Lantas
> yang Qamar kapan dan bagaimana?
> Sudahlah,
> sedari awal saya sudah bilang kalau mau bikinKalender, silahkan. Mau pakai
> ukuran apa saja, silahkan.Soal diterima oleh masyarakat atau tidak itu urusan
> lain.
> Hanya saja, Qamar jangan disebut Hilal.
>
> Wassalamu'alaikum
>
> M. Yusron Asrofie
>
> Insya Allah .....saya akan banyak diam soal ini.
>

__._,_.___
Recent Activity:
----------------------------------------------------------------------
"Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah
kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali
pada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembali kepada Muhammadiyah. Jadilah
Meester, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah"
(K.H. Ahmad Dahlan).

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ dan SHODAQOH anda melalui LAZIS
MUHAMMADIYAH

No. Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah
1. Bank BCA Central Cikini
    (zakat) 8780040077 - (infaq) 8780040051
2. BNI Syariah Cab. Jakarta Selatan
    (zakat) 00.91539400 -   (infaq) 00.91539411
3. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Thamrin
    ( Zakat) 009.0033333 -  (Infaq) 009.00666666
4. Bank Niaga Syariah
    (zakat) 520.01.00186.00.0 - (infaq) 520.01.00187.00.6
5. Bank Muamalat Indonesia Arthaloka
    (Zakat) 301.0054715
6. Bank Persyarikatan Pusat
   (zakat) 3001111110 -  (infaq) 3001112210
7. Bank Syariah Platinum Thamrin
    (zakat) 2.700.002888 -  (infaq) 2.700.002929
8. BRI cab. Cut Meutia
    (zakat) 0230-01.001403.30-9 -    (infaq) 0230-01.001404.30-5

Bantuan Kemanusiaan dan Bencana:
BNI Syariah no.rekening: 00.91539444

DONASI MELALUI SMS
a. Jadikan jum'at sebagai momentum kepedulian,
salurkan donasi anda, ketik: LM(spasi)JUMATPEDULI kirim ke 7505

b. Bantuan kemanusiaan  ketik: LM(spasi)ACK kirim ke 7505

Nilai donasi Rp. 5000, semua operator,belum termasuk PPN

email: lazis@muhammadiyah.or.id
website : www.lazismu.org
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar